Video Widget

Bibir Kering Tubuh Lemas saat Puasa? Awas, Tanda Kekurangan Vitamin!

Bibir Kering Tubuh Lemas saat Puasa? Awas, Tanda Kekurangan Vitamin!

Jangan lupa membaca artikel tentang bisnis di > Informasi bisnis terbaik 2020.

DokterSehat.Com– Coba perhatikan, seberapa sering Anda mengalami bibir kering atau mungkin merasa sangat lemas saat puasa? Jika termasuk sering, atau bahkan setiap hari, mungkin kini saatnya Anda mewaspadai bahwa tubuh Anda kekurangan vitamin, lho.

Ya, kekurangan vitamin kerap tidak disadari saat puasa karena dianggap suatu hal yang lumrah terjadi, padahal membiarkan tubuh kekurangan vitamin secara terus menerus tentu tidak baik untuk kesehatan ya. Lalu, harus bagaimana?

Mengenali tanda dan gejala tubuh kekurangan vitamin saat puasa

Langkah awal mengatasi kekurangan vitamin saat puasa bisa dilakukan dengan mengenali vitamin apa yang sedang kurang asupannya dalam tubuh.

Cara terjitu adalah dengan mengetahui tanda dan gejala apa yang dirasakan oleh tubuh, diantaranya adalah:

1.Bibir kering hingga pecah-pecah

Apakah Anda merasa bahwa bibir kering adalah hal yang wajar terjadi saat puasa? Hal ini ternyata merupakan tanda yang ingin disampaikan tubuh bahwa Anda sedang kekurangan vitamin C lho.

Ya, ternyata tanda awal tubuh kekurangan vitamin C saat puasa adalah bibir kering yang kemudian diikuti dengan kulit pucat saat puasa.

Lebih jauh, kekurangan vitamin C dalam dosis besar selama puasa akan menyebabkan imunitas tubuh akan menurun sehingga tubuh akan rentan mengalami sakit misalnya, flu atau demam.

2.Sering diare

Diare saat puasa selalu diidentikkan dengan asupan makanan yang salah, namun hal in ternyata juga tidak sepenuhnya benar lho.

Diare yang kerap terjadi saat puasa merupakan tanda yang dirasakan tubuh akibat kekurangan asupan zink.

Pakar kesehatan dan mikronutrien dari Jerman, Uwe Grober, menyebutkan bahwa zink berfungsi mengatur elektrolit tubuh, mengontrol nafsu makan hingga kekebalan tubuh.

Hal inilah yang menyebabkan kekurangan zink saat puasa dapat memengaruhi kesehatan tubuh dengan menimbulkan diare, gangguan elektrolit tubuh dan menurunkan imunitas tubuh, sehingga risiko diare semakin parah, justru makin besar karena imunitas tubuh yang rendah.

3.Kesemutan

Kekurangan vitamin B kompleks, yaitu vitamin B6, B9, dan B12, paling mudah dideteksi dengan munculnya kesemutan.

Jika biasanya Anda jarang kesemutan lalu saat menjalankan puasa kesemutan justru kerap terjadi, utamanya di tangan dan kaki, maka besar kemungkinan Anda mengalami kekurangan vitamin B kompleks.

4.Kulit kering

Mirip dengan bibir yang kering, kulit yang kering saat puasa dianggap hal yang wajar karena tubuh sedang mengalami dehidrasi.

Sayangnya hal tersebut juga tidak sepenuhnya benar karena ternyata kulit yang kering selama puasa merupakan salah satu tanda tubuh kekurangan vitamin A lho. Pandangan mata kabur hingga sesak napas juga merupakan tanda tubuh kekurangan vitamin A.

5.Tubuh lemas

Pernah dengar istilah 5L? Lemah, letih, lemas, lesu dan lunglai adalah salah satu tanda tubuh kekurangan zat besi.

Pada saat tidak puasa, hal ini cukup sering terjadi, apalagi saat puasa di mana waktu makan kita menjadi sangat terbatas. Jika Anda cukup sering merasa lemas saat puasa, maka waspadai kemungkinan jika Anda kekurangan zat besi, ya.

Lalu, bagaimana cara mengatasi kelima hal di atas?

Cara paling muda mencegah kekurangan berbagai jenis zat gizi di atas adalah dengan menerapkan pola makan bergizi seimbang saat puasa, hal ini bisa kita fokuskan dengan melakukan:

Utamakan konsumsi sayur berwarna merah oranye untuk penuhi vitamin A dan C

Pilih sayur dan buah berwarna merah oranye untuk Anda konsumsi paling tidak 3-4 porsi dalam sehari agar kebutuhan vitamin A dan C terpenuhi.

Anda bisa mengolah sayur wortel, tomat atau paprika merah untuk sayur makanan utama serta membuat jus atau salad dari buah jambu merah atau pepaya saat berbuka puasa atau ubi oranye untuk camilan.

Konsumsi ikan minimal daging merah atau hati untuk cukupi zink, vitamin B dan zat besi

Pastikan Anda mengonsumsi ikan atau olahan laut, minimal 3 kali dalam seminggu serta daging merah atau hati, minimal 2-3 kali dalam seminggu.

Kombinasi tersebut mampu memenuhi kebutuhan zink, vitamin B dan zat besi dalam tubuh. Anda juga bisa memilih telur sebagai variasi lauk protein hewani saat puasa.

Pastikan konsumsi kacang-kacangan sebagai sumber vitamin B dan zat besi

Jangan lupakan kacang-kacangan dalam bagian dari menu makanan Anda.

Konsumsi kacang sebagai lauk dalam menu harian. Anda juga bisa mengolah kacang menjadi camilan harian seperti kacang hijau atau mengonsumsi kacang kedelai atau kacang edamame secara langsung.

Dengan pemenuhan makanan bergizi seimbang tubuh Anda akan lebih fit saat berpuasa karena kelima kondisi di atas bisa Anda hindari, ‘kan?



Selain sebagai media informasi kesehatan, kami juga berbagi artikel terkait bisnis.

Posting Komentar

Copyright © SARON | Distributed by Blogger Templates | Designed by OddThemes